Diskon & Promo Warung: Kapan Untung, Kapan Buntung
Diskon 20% kelihatan kecil, tapi bisa memakan separuh untung Anda. Ini cara promo tanpa buntung.

Diskon itu senjata dua mata. Dipakai benar, ia menarik pembeli dan menghabiskan stok yang menumpuk. Dipakai asal-asalan, ia menggerus untung diam-diam sampai Anda kerja keras tapi tak dapat apa-apa. Bedanya ada di hitungan.
Diskon memakan untung, bukan harga
Ini yang sering keliru dipahami. Diskon tidak dipotong dari harga jual, tapi dari untung Anda. Contoh: menu harga Rp 20.000, modal Rp 12.000, untung Rp 8.000. Beri diskon 20% (Rp 4.000), untung Anda langsung tinggal Rp 4.000 — separuhnya hilang, padahal diskonnya 'cuma' 20%.
| Normal | Diskon 20% | |
|---|---|---|
| Harga jual | Rp 20.000 | Rp 16.000 |
| Modal | Rp 12.000 | Rp 12.000 |
| Untung | Rp 8.000 | Rp 4.000 |
Promo yang tetap untung
- Diskon menu yang untungnya besar, bukan yang tipis.
- Pakai paket (bundling) — naikkan nilai belanja, bukan cuma potong harga.
- Beri promo di jam sepi untuk meratakan keramaian, bukan di jam yang sudah ramai.
- Batasi waktu, biar terasa spesial dan tidak jadi harga baru.
Tahu untung tiap menu sebelum promo
Semua ini bertumpu pada satu hal: Anda tahu untung asli tiap menu. Aplikasi kasir yang mencatat modal per menu membuat Anda bisa mengecek dampak diskon sebelum menjalankannya — jadi promo Anda selalu berpijak pada angka, bukan harapan.
Biar untung kehitung sendiri
Kasir Semesta mencatat modal tiap menu, jadi untung per produk dan untung harian muncul otomatis. Gratis, langsung dari HP.
Coba Gratis SekarangBaca juga

Harga Bahan Naik — Ikut Naik atau Tahan?
Harga ayam naik Rp 5.000 sekilo. Perlu naikkan harga menu atau masih aman? Ini cara menghitungnya dalam 2 menit.

Kecilkan Porsi atau Naikkan Harga?
Mengurangi porsi terasa lebih aman daripada menaikkan harga. Padahal pelanggan lebih cepat sadar porsi menyusut daripada harga naik Rp 500.