Menu Terlaris Belum Tentu Paling Untung
Es teh laku 100/hari, ayam geprek cuma 20. Yang mana lebih menguntungkan? Jawabannya sering mengejutkan.

Kalau ditanya menu apa yang paling penting buat warung Anda, kebanyakan orang menyebut yang paling laris. Masuk akal — tapi belum tentu benar. Yang menghidupi usaha bukan menu yang paling sering keluar, melainkan menu yang untungnya paling besar dikali jumlah terjual.
Contoh nyata: dua menu, satu kejutan
Bayangkan warung punya dua menu andalan. Es teh sangat laris, ayam geprek jauh lebih jarang. Sekilas es teh pemenangnya. Coba kita hitung.
| Es Teh | Ayam Geprek | |
|---|---|---|
| Harga jual | Rp 5.000 | Rp 20.000 |
| Modal (HPP) | Rp 3.800 | Rp 12.000 |
| Untung/porsi | Rp 1.200 | Rp 8.000 |
| Terjual/hari | 100 | 20 |
| Untung/hari | Rp 120.000 | Rp 160.000 |
Es teh menang di jumlah terjual dan bahkan di omzet. Tapi begitu modal dikurangi, ayam geprek yang lebih menghidupi warung — Rp 160.000 lawan Rp 120.000 per hari, padahal lakunya cuma seperlima.
Rumusnya sederhana
Yang dihitung bukan berapa banyak terjual, tapi: (harga − modal) × jumlah terjual. Itulah untung sesungguhnya per menu.
Yang perlu Anda lakukan
- Tulis modal (HPP) tiap menu. Sekali saja. (Belum tahu caranya? Baca dulu panduan menghitung HPP.)
- Hitung untung per porsi: harga jual − modal.
- Kalikan dengan jumlah terjual, lalu urutkan dari untung terbesar.
- Dorong menu yang untungnya besar — pajang di depan, tawarkan ke pelanggan, jadikan paket.
Biar nggak usah hitung manual tiap hari
Membandingkan untung antar menu jadi merepotkan kalau dilakukan pakai kalkulator tiap malam. Aplikasi kasir yang mencatat modal tiap menu bisa langsung mengurutkan produk dari untung terbesar — Anda tinggal baca dan ambil keputusan.
Biar untung kehitung sendiri
Kasir Semesta mencatat modal tiap menu, jadi untung per produk dan untung harian muncul otomatis. Gratis, langsung dari HP.
Coba Gratis SekarangBaca juga

Harga Bahan Naik — Ikut Naik atau Tahan?
Harga ayam naik Rp 5.000 sekilo. Perlu naikkan harga menu atau masih aman? Ini cara menghitungnya dalam 2 menit.

Kecilkan Porsi atau Naikkan Harga?
Mengurangi porsi terasa lebih aman daripada menaikkan harga. Padahal pelanggan lebih cepat sadar porsi menyusut daripada harga naik Rp 500.